Breaking News

D’Lost Toba Country






 Sumatera Utara menawarkan banyak destinasi wisata yang menarik, mulai dari Budaya, Sejarah, Alam, Petualangan dan juga Wisata Kuliner. Sebelumnya adakah Danau yang bisa kalian temui seluas ini di Indonesia selain dari Danau Toba? Bahkan danau ini berada diposisi ke 3 terbesar di Dunia. Danau ini juga memiliki beberapa pulau diatasnya dan itu bisa kita lihat jika kita berada dibukit holbung. Bukit ini memiliki keunikan tersendiri dimana jika kita sudah berada dibukit ini, kita tidak akan menemukan satu batangpun pohon. Bukit ini sangat tinggi dan berada persis di pesisir danau. Dan jika kalian turun kebawah bukit kalian akan menemukan Air Terjun yang sangat luas dan curam. 





Jika kalian pecinta alam maka kalian haruslah berkunjung kekota ini, karena apapun yang kalian ingin kunjungi ada dikota ini. Walaupun kota ini kecil tetapi banyak sekali hal-hal yang bahkan belum diketahui oleh banyak orang. Contohnya adalah arung jeram yang berada disalah satu sungai yang ada di kota ini. Bahkan lokasi ini sangat jarang dikunjungi oleh masyarakat dan wisatawan lokal, tempat ini lebih sering dikunjungi oleh wisatawan manncanegara. Arung jeram di sungai ini sering diijadikan sebagai lokasi pertandingan arum jeram berkelas Internasional. Bukanhanya itu saja jika anda ingin meminum teh dipagi hari, anda bisa memetik langsung daun tehnya dan diajari oleh penduduk setempat bagaimana cata mengolah teh dengan cara mereka sendiri.


Foto (5) kebun teh yang berada di sidamanik



Bahkan jika kalian memiliki budget liburan yang luamayan besar untuk berlibur di kota kecil ini, kalian bisa menikmati bagaimana tinggal di Negeri Belanda. Kota ini memiliki lokasi dimana semua rumah dibangun sedemikian rupa agar menyerupai perumahan yang ada di Belanda. Jika anda ingin menginap disini anda akan mengeluarkan biaya yang sangat besar karena memang Presiden RI, Jokowi sudah mengakui tempat ini dan sudah pernah bermalam ditempat ini ketika sedang berkunjung ke kota Parapat. Jika anda memilih untuk menginap disini maka anda akkan mendapatkan banyak keuntungan dimana anda bisa menikmati sunrise dan sunset, anda juga bisa bereang dikolam berenang yang berada persis di tepi danau jadi ketika anda bosan berenang dikolam maka anda bisa pindah langsung kedanau dan kolam yang berada disini ada kolam air hangat dan air dingin. Jadi memang harga yang dipasang oleh warga setempat sebanding dengan fasilitas yang didapatkan oleh tamu yang menginap.

  
Tetapi luas dan indahnya danau ini seolah tak lagi memiliki daya tarik bagi orang-orang yang senang menyatu dengan alam. Saat ini danau toba sedang menjadi Sorotan Mata Dunia dimana akhir-akhir ini banyak bencana yang terjadi disana. Siapa yang tidak mengetahui kejadian mengenaskan yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Salah satu kapal yang tenggelam di daerah simanindo mengisahkan pilu yang mendalam. Ratusan orang meninggal, bahkan sudah puluhan kali diadakan adat ritual sesuai Tradisi Batak tapi sampai saat inipun tidak ada yang bisa mengambil mayat para korban yang sudah tenggelam dari dalam danau.
Banyak sekali pernyataan yang simpang siur mengenai tragedi ini dan bahkan ada yang menghubung-hubungkan dengan kisah mitos. Ketika para korban yang selamat dari tragedi tersebut satu persatu mulai tenang, mereka mulai mengeluarkan apa yang mereka lihat dan rasakan pada saat itu. Ada salah satu korban yang bahkan ketika ia sedang menyelamatkan adik dan kakaknya, ada seorang ibu-ibu yang menariknya dari bawah sehingga ia kembali tenggelam bersama saudaranya dan ketika sadar ia sudah kehilangan adik dan kakaknya yang saat ini sudah tidak diketahui keberadaannya.
Hal ini menjadikan kawasan danau toba terlihat begitu menyedihkan dan bahkan menyeramkan seolah danau itu dapat menelan siapa saja yang melewatinya. Kebanyakan orang lebih mempercayai hal-hal mitosnya saja tanpa melihat hal yang seharusnya dimana kesalahan itu terletak pada kapal yang mengangkut terlalu banyak penumpang. Danau yang dulunya terlihatsangat indah untuk saat ini tidak memiliki daya tarik apapun.
 
Melihat kejadian ini pemerintah kota setempat dengan sigap memperbaharui dan menerapkan sistem yang tegas bagi seluruh kapal dan wahana-wahana yang ada di Danau Toba. Baru-baru ini juga telah diluncurkan kembali sebuah kapal Ferry yang sangat besar dan mewah yang diberikan nama Ihan Batak. Nama ini mengandung sebuah arti yaitu Ikan Batak. Masyarakat setempat berharap dengan diberikannya nama itu pada kapal, maka kapal tersebut dapat bekerja dengan baik dan dapat menyatu dengan air tersebut layaknya ikan bisa menyatu dengan air.
Tetapi hal tersebut tak bisa dengan mudah mengembalikan image danau tersebut ke saat-saat dimana danau ini masih terlihat sangat indah. Bisa kita perhatikan dari wisatawan-wisatawan yang datang ke danau toba untuk berlibur pada akhir tahun 2018 sangat menurun drastis. Khususnya daerah Kota Parapat, biasanya mulai dari tanggal 20 desember 2018 hingga awal-awal tahun 2019 kota ini sudah dipenuhi oleh para wisatawan, tetapi semenjak kejadian tragis itu kota parapat tamppak seperti kota mati. Bahkan pada acara penutupan akhir tahun yang selalu dirayakan besar-besaran di sekitaran Danau Toba terluhat hanya ada beberapa pengunjung saja yang datang.
Faktor ini juga terjadi dikarenakan putusnya sebuah jembatan penghubung untuk masuk kekota parapat pada bual 12 tahun lalu. Salah satu gunung yang terletak disekitar Danau Toba longsong terus menerus, dan untungnya setiap gunung tersebut longsor tidak ada korban jiwa. Saat ini bahkan jalannya sudah benar-benar ditutup jadi jika ada orang-orang yang ingin masuk atau keluar dari Kota Parapat harus memutar dari jalan darurat di tengah hutan yang dibuat oleh petugas setempat dan itu memakan waktu berjam-jam.
Penulis berharap bukan hanya pemerintah saja yang mulai menyadari bahwa tempat pariwisata yang satu ini harus memiliki banyak perubahan, tetapi Masyarakat setempat juga harus mulai ikut membenahi tempat ini seperti sedia kala. Untuk kembali seperti Kota Pariwisata yang dahulu kala selalu dikunjungi oleh Wisatawan Lokal dan Wisatawan Mancanegara. Bahkan dulu Parapat lebih terkenal daripada Bali, tapi kenapa sekarang parapat tak dikenal oleh siapapun? Masyarakat sekitar harus segera menyadari hal ini, jika tidak maka kota ini akan mati ddengan sendirinya dan tidak ada lagi yang mau berkunjung kesana. Jikalau Kota Parapat menjadi kota yang mai maka yang rugi adalah masyarakat itu sendiri Karena sebagian besar penduduk Kota Parapat  mendapatkan keuntungan yang besar dari momon-momen besar yang menarik para Wisatawan unttuk berkunjung.
Hal ini bisa dilakukan dan kota ini bisa kembali bangkit seperti Kota Parapat yang dulu sering diperbincangkan keindahannya oleh orang-orang yang menyenangi Keindahan Alam dan kembali masuk kesalah satu destinasi kota yang harus dikunjungi.
  
 Penulis : Christin Yolanda Sirait


Tidak ada komentar